onesubenol
Just another WordPress.com weblog

makalah : budidaya rosela

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Indonesia berada didaerah tropis, banyak keanekaragaman tanaman yang ada di Indonesia. Berbagai macam tanaman dapat dimanfaatkan sebagai ahan pangan maupun bahan obat. Salah satu tanaman yang dapat dijadikan bahan obat dan dihidangkan yaitu tanaman rosela dalam bahasa latin Hibiscus Sabdariffa L.

Tanaman rosela (Hibiscus Sabdariffa L) merupakan tanaman serbaguna. Hampir semua bagian tanaman dapat dimanfaatkan industri karung rami telah memanfaatkan tanaman ini. Bagian batang tanaman ini dimanfaatkan untuk diambil seratnya.

Dulu hanya bagian batangnya saja yang dimanfaatkan, sekarang ini telah ada yang memanfaatkan kelopak bunga rosela. Kelopak bunga rosela yang berwarna merah ternyata menyimpan bermacam-macam zat yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Terutama vitamin C.

1

Kelopak bungan rosela disajikan dengan jalan menyeduhnya terlebih dahulu. Rasanya masam tapi terasa menyegarkan. Di pasaran banyak beredar kelopak bunga rosela kering. Tidak ada perbedaan kandungan zat yang membedakan hanya kandungan airnya. Dibeberapa negara eropa, seperti jerman telah menjadi negara importir kelopak bunga rosela terbesar. Mereka telah meneliti bahwa kelopak bungan rosela mempunyai khasiat yang sangat banyak. Terutama digunakan untuk mencegah kanker dan radang. Dibeberapa negara asia telah menjadi pemasok utama kelopak bungan rosela kering untuk negara-negara di eropa diantaranya Thailand dan Cina. Tapi karena pasokan yang terbatas banyak negara menjadi pengekspor bunga rosela kering. Sudan adalah salah satu negara di benua afrika yang menjadi eksportir bungan rosela kering dengan kualitas yang baik.

B. TUJUAN DAN KEGUNAAN PENELITIAN

1. TUJUAN PENELITIAN

a. Untuk memenuhi syarat dan diajukan dalam rangka penyelesaian tugas Semester gasal Pelajaran Ketrampilan Tahun Pelajaran 2009 / 2010.

b. Untuk menambah pengalaman dan pengetahuan ataupun wawasan penulis.

c. Untuk memperdalam ilmu yang penulis peroleh dalam bangku Madrasah.

d. Untuk mengetahui lebih dalam dan detail tentang pembudidayaan Rosela di Indonesia.

2. KEGUNAAN PENELITIAN

a. Agar masyarakat Indonesia lebih mengenal tanaman rosela lebih luas lagi.

b. Agar dapat mendapat wawasan dan mengetahuan dalam bidang pembudidayaan rosela di Indonesia.

c. Agar masyarakat Indonesia tahu cara penanaman dan manfaat dari rosela.

BAB II

PEMBAHASAN

A. BUDIDAYA TANAMAN ROSELA

1. Persiapan Lahan

Persiapan lahan untuk menanam rosela sama seperti tanaman tahunan lainnya. Sebelum dilakukan penanaman, lahan yang akan digunakan harus diolah terlebih dahulu. Agar perakaran dapat berkembang dengan baik dilakukan pengolahan tanah yang agak dalam.

Jika benih langsung ditanam, lubang tanam dapat dibuat langsung pada saat anam dengan menggunakan tugal yang terbuat dari kayu bulat berdiameter 20 cm, dengan ujung bawah runcing. Gunakan dengan tali rafia agar lajur rapi.

Untuk menanam bibit, buat lubang tanam dibuat sekitar seminggu sebelum tanam, kemudian beri campuran pupuk kandang atau pupuk dasar.

2. Pembibitan

Tanaman rosela lebih sering dikembangbiakkan dengan biji yang disebar ditahap penanaman. Bibit juga dapat diperoleh dari stek cara ini jarang digunakan karena hasil produksinya akan mempunyai kualitas yang rendah.

3

3. Penanaman

Menanam rosela cukup mudah, tanaman ini dapat ditanam dengan menyemaikan benih terlebih dahulu maupun dengan menyemai bibit dalam polibag. Penanaman dapat dilakukan dngan menggunakan sistem monokultur, yaitu rosela ditanam tidak bersamaan dengan tanaman lain. Rosela dapat ditanam dengan jarak tanam rapat dan dapat dikelas secara intensif. Sistem ini terutama diharapkan pada perkebunan.

B. PEMANENAN DAN PASCA PANEN

1. Pemanenan

Panen merupakan kegiatan penting dalam pertanian. Umumnya tanaman rosela sudah mulai berbunga pada umur 3 – 4 bulan. Pemanenan bungan pertama dapat dilakukan pada tanaman 4-5 bulan setelah penanaman. Pemanenan kelopak bunga dilakukan rata-rata setiap 10 hari sekali. Umumnya hasil panen tinggi diperoleh pada pemanenan saat musim kering.

Jika pemeliharaan tanaman dilakukan dengan baik sesudah pemanenan pertama, rosela masih dapat menghasilkan bunga asalkan didukung faktor-faktor pertumbuhan dan perkembangan tanaman tetap mendukung. Oleh sebab itu, pemanenan kelopak bunga rosela masih terus dapat dilakukan hingga tanaman berumur 12 hingga 15 bulan atau hingga tanaman tidak menghasilkan bunga.

Kelopak bunga yang masih segar dipanen saat biji sudah masak. Saat itu mahkota bunga telah gugur, buahnya membuka tetapi bijinya belum mengering. Setelah dipanen biji harus segera dipisahkan dari kelopaknya, jika tidak segera dipisahkan kapsul penutup biji akan kering dan mengeras, sehingga biji akan sukar dipisahkan. Setiap negara mempunyai metode pemanenan yang berbeda. Di Meksiko seluruh tanaman dipotong dan diletakkan disuatu tempat untuk dilepas kelopaknya. Sedangkan di Cina hanya kelopak yang sudah tua yang dipanen, sementara tangkai dan kelopak yang belum tua dibiarkan tertinggal. Proses pemanenan sebaiknya dilakukan secara manual agar hasil panen tidak terkontaminasi benda-benda asing lainnya. Selain itu sebaiknya kelopak bunga tidak dibiarkan bersentuhan dengan tanah atau permukaan kotor lainnya. Gunakan wadah atau kontainer yang kering untuk mengangkut hasil panen kelokasi pengeringan. Untuk mengurangi kotaminasi waktu antara pemanenan dengan pengeringan haruslah seminimal mungkin.

2. Penanganan Pasca Panen

Rosela yang telah dipanen dapat langsung dikonsumsi dalam bentuk segar, tapi juga tidak kelopak rosela yang sudah dipanen sebaiknya segera dikeringkan. Untuk mempercepat pengeringan sebaiknya kelopak rosela dipotong-potong terlebih dahulu menjadi 2 atau 3 irisan. Pemotongan kelopak ini baik untuk rosela yang digunakan sebagai teh yang langsung diseduh dengan air panas. Pengeringan dapat dilakukan dengan beberapa metode. Salah satu metode yang sering digunakan adalah pengeringan dengan cara diangin-anginkan. Langkah pengeringan sebagai berikut :

· Siapkan wadah datar berbentuk segiempat (nampan besar) yang alsnya terbuat dari kasa berbahan nilon.

· Kemudian letakkan irisan rosela diatas wadah tersebut secaramerata.

· Letakkan wadah diatas penyangga. Penyangga ini bertujuan agar udara dapat mengalir dari atas dan dibawah.

Tempat pengeringan haus memiliki sirkulasi udara yang baik agar terhindar dari sinar matahari secara langsung. Agar penerima kelopak dapat merata, kelopak dibolak-balik seperlunya. Pengeringan cara ini dibutuhkan waktu sekitar 7 hari. Rasio pengeringan rosela umumnya 10 : 1 artinya setiap 10 kg kelopak yang segar akan menghasilkan 1 kg bahan kering. Metode lain yang digunakan untuk pengeringan rosela dengan sinar matahari secara langsung caranya sebagai berikut :

· Sebar kelopak bungan rosela secara merata diatas tanah yang dilapisi selembar plastik.

· Rosela yang sudah cukup kering harus segera diangkat karena jika penjemuran tidak segera dihentikan kelopak rosela akan berwarna kecoklatan saat diolah akan menghasilkan warna yang kurang menarik.

Kelemahan metode ini rosela mudah tercemar oleh serangga dan jamur. Masih ada cara lain yaitu pengeringan dengan menggunakan open. Caranya sebagai berikut :

· Cuci kelopak hasil panen dengan air sampai bersih.

· Belah kelopak rosela dan keluarkan bijinya.

· Tempatkan kelopak yang telah dikupas dinampan atau alas yang bersih kurang lebih sehari hingga layu.

· Masukkan kelopak rosela dalam open bertemperatur maksimal 80 o. Selama 45 menit.

· Keluarkan rosela dari open lalu tiriskan hingga dingin.

· Periksa tingkat kekeringan dengan meremasnya jika kelopak tidak hancur bearti rosela belum kering. Oleh sebab itu masukkan kembali rosela kedalam oven dengan suhu dan waktu yang sama. Setelah pengeringan kedua selesai periksa kembali dengan cara yang sama.jika sudah hancur berarti rosela sudah benar-benar kering dan siap diolah.

Sama seperti dengan metode pengeringan langsung dengan sinar matahari, cara oven juga menyebabkan kelopak rosela berwarna kecoklatan. Ketika diseduh, air seduhannyapun berwarna sama, bahkan rasa masam yang menjadi khas teh rosela hilang.pengeringan dengan oven sah-sah saja dilakukan namun karena rosela mengandung vitamin C pemanasan tidak boleh lebih dari 100 oC. Agar kandungan vitamin C tidak hilang.

3. Analisis Usaha

Analisis output input pada ujicoba budidaya rosela sebagai berikut :

KOMPONEN BIAYA UT 1 ha (Rp)

A. Sarana Produksi

1. Benih Rp. 20.000

2. Pupuk kandang Rp. 500.000

3. Pupuk buatan

SP36 150 kg Rp. 262.000

KCL 150 kg Rp. 300.000

Urea 300 kg Rp. 450.000

4. Pupuk daun Rp. 37.500

5. Pestisida 1 paket Rp. 350.000

Jumlah Rp. 1.920.000

B. Tenaga Kerja

1. Pengolahan lahan 50 HOK Rp. 500.000

2. Penanaman 20 HOK Rp. 200.000

3. Penyulaman 10 HOK Rp. 100.000

4. Penyemprotan 20 HOK Rp. 200.000

5. Panen 30 HOK Rp. 300.000

Jumlah B Rp. 1.300.000

C. BIAYA TOTAL PRODUKSI Rp. 3.220.000

D. Hasil 1 (kg) = 190 kg

E. HARGA JUAL (per kg) Rp. 35.000

F. PENDAPATAN Rp 6.650.000

G. KEUNTUNGAN Rp. 3.430.000

H. BIC Ratio 2.07

I. BIC Ratio 1.07

C. PEMANFAATAN ROSELA

Masyarakat umumnya telah mengenal rosela (Hibiscus Cannabinus) sebagai tanman penghail serat karung dan Hibiscus Rosasinesis yang lazim disebut bunga sepatu. Rosela merah (Hibiscus Sabdariffa) adalah anggota keluarga Hibiscus yang relatif jarang dikenal orang. Padahal halaman ini berkhasiat mengatasi aneka penyakit, misalnya kanker dan hipertensi. Caranya hanya dengan mengkonsumsi aneka produk olahannya. Hampir seluruh bagian tanaman rosela dapat dimanfaatkan baik sebagai bahan makanan maupun sebagai obat. Khasiat rosela untuk mencegah penyakit, mengobati gangguan berbagai penyakit dengan kandungan gossiptin anthycyanin dan gluciside hibiscin yang ada di dalamnya. Sebagaimana diketahui rosela juga mengandung berbagai senyawa penting, antara lain campuran asam sitrat dan asam malat sehingga menghasilkan sedikit rasa asam yang segar. Kandungan asam askorbat (vitamin C) dan betakarotin yang tinggi merupakan sumber antioksidan alami yang sangat efektif dalam menangkal berbagai radikal bebas penyebab kanker dan berbagai penyakit lainnya.

Umumnya berbagai produk olahan tersedia di pasaran dalam bentukkering, namun penyediaan yang terbaijk adalah dalam bentuk segar.

1. Pemanfaatan Rosela Diberbagai Negara

Pemanfaatan dan khasiat rosela dalam dunia pengobatan sudah tidak asing lagi. Namun demikian di indonesia belum banyak masyarakat yang memanfaatkan tanaman rosela. Di afrika rosela digunakan untuk membuat teh herba manis, bunganya yang kering dapat diperoleh disetiap pasar di afrika. di kepulauan karibia, minuman dibuat dari buah segarnya. Di thailand rosela juga diminum sebagai teh dan dipercaya mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah . diberbagai negara rosela dicampur dengan daun teh china untuk mendapatkan rasa yang berbeda. Di india dan meksiko semua bagian rosela dimanfaatkan untuk pengobatan. Air rendaman daun bersifat diuretic, kloro rectic, febrifugal dan hipotensif, mengurangi kepekatan darah dan merangsang gerakan peristaltik usus. Ekstrak rosela juga dapat mengurangi penyerapan kadar alkohol (bagi peminum minuman keras) di guatemala, rosela adalah penawar yang digemari untuk memulihkan kecanduan terhadap arak. Di sebagian benua eropa, kelopak bunga rosela dapat langsung dicampurkan dalam salad buah-buahan atau sayuran. Di pakistan, rosela telah digunakan sebagai sumber pectin untuk industri pengawetan buah-buahan.

Penduduk asli brasil menggunakan rosela sebagai tonikum, emollient dan sebagai bahan pelarun untuk mengurangi rasa pahit. Di myanmar bijinya digunakan untuk meningkatkan stamina dan daunnya sebagi emollient. Penduduk taiwan memanfaatkan bijinya sebagai pelancar kencing, merangsang buang air besar, serta sebagai tonikum. Masyarakat difilipina, menggunakan akarnya yang pahit sebagai tonikum, sedangkan orang angola menggunakan lendir yang berasal dari daunnya sebagai emollient dan obat batuk.

2. Penelitian Khasiat Rosela

Ir. Didah Nurfarida M.Si, periset ilmu dan teknologi pangan, institut pertanian di bogor menemukan kandungan antioksidan pada teh kelopak rosela pada tahun 2006. jumlahnya 1,7 mmol/prolox. Penemuan itu diperoleh dengan menggerus 3 kuntum rosela menjadi 1,5 gram bubuk dan diberi air 200 ml. Hasilnya dimasukkan ke spektrofotometer. Alat ini menganalisa seluruh kandungan kimia berdasarkan panjang gelombang yang dibiaskan larutan.

Di selandia baru, john mcintosh meneliti kandungan oksidan. Periset dari institus of food nutrition and human health, marsey university, mengekstrak rosela dengan mengeringkan kelopak bunga pada suhu 50 oC selama 36 jam. 3 gram rosela hasil pengeringan diencerkan dengan 300 ml air. Larutan ini dimasukkan ke tabung spektrofotometer. Hasilnya, rosela mengandung 51 % antosianin, sedangkan antioksidan 24 %. Vilasine hirun danicha dan departement of pharmacology, fakulty of pharmacy, mahidol university, thailand. Periset ini menguji tikus yang berkolesterol tinggi. Selama enam minggu tikus dibagi menjadi 3 kelompok, masing-masing diberi 1000 ml dan 500 ml rosela per kg boboy tubuh dan air mineral. Hasilnya serum kolesterol menurun 22% untuk ekstrak 500 mg dan 26 % untuk ekstrak 1000 mg. Penurunan juga terjadi pada serum triglioserida sebanyak 33 % dan 28 % serta serum lowdencity lipoprotein (LDR) level sebanyak 22 % dan 32 %.

3. Pemanfaatan Bagian Tanaman Rosela

Tidak hanya kelopak bunga hampir seluruh bagian tanaman rosela dapat dimanfaatkan mulai dari buah, kelopak bunga, mahkota bunga dan daunnya dapat dimakan sebagai obat.tetapi bagian yang paling banyak dimanfaatkan adalah kelopak bunga.

a. Kelopak bunga

Ektra kelopak rosela berguna untuk obat anti kejang (antuspasmodic), mengobati cacingan (antelmintik) dan sebagai anti bakteri. Kelopak bunga rosela digunakan untuk mengurangi gangguan batuk dan jus rosela dengan tambahan garam lada dan tetes tebu digunakan untuk menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan empedu. Daun atau kelopak rosela yang direbus dengan air berkhasiat sebagai peluruh kencing dan dapat menurunkan tekanan darah (hypotensive), mengurangi kekentalan darah (viskovisitas) dan meningkatkan varistaltik usus. Kelopak rosela juga dapat digunakan untuk pewarna dan perasa. Selain itu kelopaknya yang berwarna cantik dapat ditambahkan pada salad untuk mempercantik warnanya.

b. Daun rosela

Daun rosela muda kaya protein yang mudah dicerna sehingga dapat dimakan sebagai lalapan. Daun yang masih muda dapat digunakan sebagai bahan salad.

Selain itu dapat dikeringkan dan digunakan sebagai penganti rumput untuk makan ternak. Daun rosela juga dapat digunakan sebagai obat untuk kaki pecah-pecah dengan cara memanaskan atau memanggang daun rosela kemudian ditempelkan pada tumit kaki yang pecah-pecah, selain itu dapat juga digunakan untuk mempercepat pematangan bisul sekaligus pelembut kulit (emollient).

c. Biji

Biji rosela dapat dimanfaatkan sebagai pengganti kopi dengan dengan cara menyangrai bijinya, kemudian dibuat tepung. Rebusan biji dapat digunakan untuk penyembuhan gangguan kencing, gangguan pencernaan dan meningkatkan stamina.

d. Akar

Akar rosela yang berasa pahit juga berkhasiat sebagai penambah stamina dab keperkasaan.

Belum Ada Tanggapan to “makalah : budidaya rosela”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: