onesubenol
Just another WordPress.com weblog

Okt
29

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang :
Peemasangan infus adalah teknik yang mencakap penusukan vena melalui transkutan dengan stilet tajam yang kaku seperti angiokateler atau dengan jarum yang di sambungkan

B . Tujuan : – Untuk mengembalikan kembali cairan tubuh yang hilang
– Sebagai pengganti nutrisi

Definisi :
Teknik yang penusukan vena melalui transkut dengan stilet yang kaku, seperti angiokateler atau dengan jarum yang di sambungkan.

Tujuan :
Untuk memulai dan mempertahankan cairan IV.

Peralatan
1. Larutan IV yang tepat.
2. Jarum untuk fungsi vena yang sesuai.
3. Untuk infus cairan IV.
• Perangkat pemberian ( pilihan tergantung pada tipe larutan dan kecepatan pemberian :bayi dan anak kecil memerlukan selang mikrodrip,yang memberikan 60 tts / ml.
• Filter 0,22 mm (bila di perlukan oleh kebijakan institusi atau bila bahan berpatikel / akan di berikan ).
• Tambahan selang digunakan bila jalur IV lebih panjang ).
4. Untuk heparin lock.
• Look IV / selang pendek
• Normal salin heparisinasi 1-3 ml (10 sampai 100 / ml )
• Steker IV
5. Torniket.
6. Sarung tangan sekali pakai.
7. Papan tangan.
8. Kassa 2×2 cm dan salep poviden yodin untuk balutan transparan.
9. Plaster yang telah di potong dan siap di gunakan .
10. Handuk untuk diletakkan di bawah tangan klien bila perlu.
11. Tiang intravena .
12. Pakaian khusus dengan kanang di lapisi bahu / membuat pelepasan selang IV bila mudah, bila tersedia.

Prosedur Kerja
1. Cuci tangan.
2. Atur peralatan disamping yang bebas dari kusut atau diatas meja.
3. Buka kemasan steril dengan menggunakan teknik aseptic mencegah kontaminasi pada obyek steril.
4. Untuk memberikan cairan IV.
• Periksa larutan dengan menggunakan ‘five right” pemberian obat pastikan aditif yang diresepkan seperti kalium dan vitamin, telah ditambahkan periksa larutan terhadap warna, kejernihan dan tanggal kadaluarsa larutan IV adalah obat dan harus diperiksa dengan hati-hati untuk mengurangi resiko kesalahan kandungan partikel atau yang telah kadaluarsa untuk tidak digunakan.
• Bila menggunakan larutan IV dalam botol, lepaskan penutup logam dan lempeng karet dan logam dibawah penutup untuk kantung larutan IV plastic lepaskan lapisan plastic diatas port selang IV.
• Buka set infus, mempertahankan sterilitas pada kedua ujung mencegah bakteri masuk keperalatan infus dan aliran darah.
• Pasang klem rol sekitar 2-4 cm (1-2 inci) dibawah bilik drip dan pindahkan klem rol pada posisi off.
• Tusukkan set infus ke dalam kantung/botol cairan.
• Lepaskan penutup pelindung kantung IV tanpa menyentuh lubangnya.
• Lepaskan penutup pelindung dari paku penusuk selang jangan menyentuh paku penusuk dan tusukan paku kedalam lubang kantung IV atau tusukkan penusuk penyumbat karet hitam dari botol, bersihkan karet dengan antiseptik sebelum menusukan paku penusuk.
• Isi selang infus
• Tekan bilik drip dan lepaskan biarkan terisi 1/3 – ½ penuh menciptakan efek penghisap cairan masuk keruang drip untuk mencegah udara masuk
• Lepaskan pelindung jarum dan klem rol untuk memungkinkan cairan memenuhi bilik drip roll selang ke adapter jarum kembalikan jarum ke posisi off.
• Pastikan selang bersih dari udara dan gelembung udara gelembung udara yang besar dapat bertindak sebagai umboli. Buang udara dengan membiarkan cairan mengalir melalui selang sampai selang bebas udara.
• Lepaskan pelindung jarum.
5. Untuk heparin lock
6. Pilih jarum IV yang tepat otot over the needle catheres (ONC)
7. Pilih tempat distal vena yang digunakan
8. bila terdapat banyak rambut pada tempat penusukan, guntinglah (mengurangi resiko kontaminasi).
9. Bila mungkin letaknya ektremitas pada posisi dependen.
10. Letakkan torniket 10-12 cm (5-6 inci) diatas tempat penusukan.
11. Kenakan sarung tangan sekali pakai.
12. Letakkan ujung adaptor jarum perangkat infuse dekat dengan kassa steril/handuk.
13. Pilih vena yang terdilatasi baik.
• Menggosok ekstremitas dari distal keluar proksimal di bawah vena yang dimaksud meningkatkan volume darah dalam vena.
• Menggenggam dan melepaskan genggaman
• Menepuk perlahan diatas vena
• Memasang kompres hangat
14. Bersihkan tempat intersi dengan gerakan sirkoler yang kuat menggunakan larutan pavidon yodin, hindari menyentuh tempat yang telah dibersihkan, biarkan mongering 30 detik gunakan alcohol 70% selama 60 detik.
Povidan yodin adalah anti efektif topical yang mengurangi bakteri permukaan kulit sentuhan akan mengakibatkan perpindahan bakteri dari tangan perawat ke tempat fungsi. Povidon yodin harus kering untuk hasil yang efektif.
15. Lakukan fungsi vena tahan vena dengan menggunakan ibu jari di atas vena dan dengan meregangkan kulit berlawanan arah dengan penusukan 5-7 cm kearah distal penusukan jarum kupu-kupu pegang jarum pada sudut 20-30 derajat.
16. Perhatikan keluarnya darah melalui selang jarum kupu-kupu yang menandakan jarum telah memasuki vena.
17. tahan kateter dengan satu tangan, dengan cepat hubungkan adapter jarum.
18. lepaskan klem foler untuk memulai infus
19. Amankan kateter/jarum IV.
• Pasang plester kecil (1,25 cm) dibawah kateter.
• Bila digunakan balutan kassa oleskan salep povidon yodin.
• Letakkan bantalan kassa 2×2
• Letakkan loop selang infus padabalutan menggunakan plaster.
20. Untuk pemberian cairan IV, atas kecepatan aliran sampai tetesan yang tepat permenit.
21. Tuliskan tanggal dan waktu pemasangan.
22. Lepaskan sarung tangan, singkirkan alat-alat cuci tangan.
23. Catat pada catatan perawat.

Perhatian perawat
Fungsi vena merupakan kontradiksi di tempat yang menunjukkan tanda infeksi, infiltrasi/trombosis infeksi ditandai memerahan nyeri tekan, bengkak dan hangat.

PENUTUP

A. Kesimpulan
Pemasangan infus merupakan teknik yang mencakup penusukan vena melalui transkutan dengan stilet tajam yang kaku seperti angiokateter atau dengan jarum yang disambungkan.
Pemberian infus melalui vena.
Tujuan infus melalui vena.
Tujuan : – Untuk mengembalikan kembali cairan tubuh yang hilang.
– Sebagai pengganti nutrisi.
Indikasi : kecepatan aliran infus harus di pantau tiap jam
Kontraindikasi : Pada pasien dehidrasi berat

B. Saran
Seorang ahli kesehatan atau paramedis mampu dalam melakukan tindakan pemasangan infus secara tepat dan benar serta steril.

DAFTAR PUSTAKA

1. Buku Ketrampilan dan Prosedur Keperawatan Dasar Karya Husada.
2. Buku Ketrampilan Dasar Praktik klinik kebidanan Penerbit Salemba Medika.

Okt
29

Abdiel Hamba Allah ( Ibrani )

Adara Cantik ( Yunani )

Adelia Mulia ( Jerman )

Adena Indah ( Yunani )

Adira Kuat ( Yahudi )

Adonia Cantik ( Spanyol )

Adoria Tercinta ( Latin )

Adora Yang tercinta ( Latin )

Adrienne Kaya ( Perancis )

Adsila Berbunga ( Amerika asli )

Aiko Tercinta ( Jepang )

Aimee Tercinta ( Perancis )

Alana Damai ( Irlandia )

Alanza Ambisius ( Spanyol )

Alina Terang (Slavia )

Aline Jujur ( Skotlandia )

Alisha Mulia ( Jerman )

Almeta Ambisius ( Latin )

Alvina Sahabat ( Inggris )

Amabel Baik hati ( Latin )

Amada Tersayang ( Spanyol )

Amandla Tersayang ( Afrika )

Ambrose Abadi ( Ibrani )

Ames Sahabat ( Perancis )

Amira Ungkapan ( Yahudi )

Anevay Pemimpin Amerika

Annora Cahaya ( Yunani )

Anthea Bunga ( Yunani )

Anthea Dewi kebajikan ( Ibrani )

Antonite Remaja ( Yunani )

Anya Penuh keagungan ( Ibrani )

Ardelle Sangat antusias ( Latin )

Ardelle Hangat ( Latin )

Ardelle Tekun ( Amerika asli )

Ardith Kebun bunga ( Yahudi )

Areta Gadis yang bijak ( Yunani )

Ariane Kudus ( Perancis )

Armila Gelang ( Latin )

Audrey Mulia ( Perancis )

Aurelia Makmur ( Latin )

Aurelia Bahagia ( Latin )

Austrin Agung ( Latin )

Avisa Perawan yang lembut ( Latin )

Ayana Berbunga ( Amerika asli )

Azalia Yang dilindungi ( Ibrani )

Azana Megah ( Afrika )
top

B
Basilia Ratu Agung ( Yunani )

Belicia Abdi Tuhan ( Spanyol )

Belva Purnama anak yang indah ( Amerika asli )

Belva Jujur ( Latin )

Berly Mutiara hijau lautan ( Yunani )

Bernessa Pemberani TeutIc

Beryl Permata yang berharga ( Ibrani )

Blythe Bahagia ( Inggris )
top

C
Callysta Kecantikan yang luar biasa ( Yunani )

Candida Putih terang ( Latin )

Carissa Anggun ( Yunani )

Cascata Air terjun ( Italia )

Cathilin Mata yang indah ( Celtik )

Catriona Murni sejati ( Celtik )

Celena Bintang ( Yunani )

Celesta Surga ( Latin )

Celestyn Surga ( Latin )

Chastine Murni sejati ( Latin )

Chenoa Burung merpati putih ( Amerika asli )

Chesna Tenteram (Slavia )

Chiara Terkenal ( Italia )

Charis Anggun ( Yunani )

Cicely Musik ( Latin )

Cira Matahari ( Italia )

Clarance Sangat terkenal ( Latin )

Clarinta Sikecil yang termashur ( Latin )

Cleonima Nama anak yang jaya ( Yunani )

Clianta Bunga kemenangan ( Yunani )

Clorinda Terkenal karena Kecantikannya ( Latin )

Cloris Bunga yang wangi ( Latin )

Cmille Keagungan ( Latin )

Concordia Harmoni ( Latin )

Concordia Selaras ( Latin )

Cordelia Hangat ( Latin )

Cordelia Baik hati ( Latin )

Cottina Mahkota bunga ( Yunani )

Cyma Keanggunan ( Ibrani )
top

D
Damara Gadisyang cantik ( Yunani )

Damita Bangsawan kecil ( Spanyol )

Danella Istri yang bijaksana TeutIc

Darda Mutiara kebijaksanaan ( Ibrani )

Darlene Yang sangat dicintai ( Anglo Saxon )

Deana Surga ( Latin )

Demetria Penutup bumi ( Yunani )

Deron Milik Tuhan Armenia

Devin Puisi ( Irlandia )

Didrika Pemimpin ( Jerman )

Dolores Sedih ( Spanyol )

Dongsheng Matahari terbit ( Cina )

Dorinda Hadiah ( Spanyol )

Dyani Rusa ( Amerika asli )
top

E
Earlene Wanita yang agung ( Anglo Saxon )

Eldora Hadiah kebijaksanaan ( Anglo Saxon )

Eleanor Cahaya ( Yunani )

Elfreda Agung dan bijaksana ( Jerman )

Elfrida Damai ( Jerman )

Elfrida Tentram ( Jerman )

Elma Buah yang manis ( Turki )

Elora Terang ( Yunani )

Elpida Harapan ( Ibrani )

Elysia Dari surga ( Yunani )

Engrasia Anggun ( Latin )

Erlinda Lincah ( Ibrani )

Evanthe Bunga yang indah ( Yunani )
top

F
Fallon Cucu penguasa ( Irlandia )

Farica Penuh kedamaian ( Jerman )

Fausta Keberuntungan ( Latin )

Faustine Beruntung ( Latin )

Fawnia Yang berharga ( Anglo Saxon )

Fayola Beruntung Nigeria

Fedora Pemberian Tuhan ( Yunani )

Fengguang Bersemangat menyala-nyala ( Cina )

Feodora Anugerah Tuhan ( Yunani )

Fidela Wanita yang jujur ( Latin )

Fidelya Bisa dipercaya Prancis

Filia Peminpin yang baik hati ( Ibrani )

Fiorenza Bunga ( Italia )

Fredelina Bijaksana ( Teutenik )
top

G
Galena Penyembuh penyakit ( Yunani )

Gaoqi Berintegritas tinggi ( Cina )

Gaozhan Berwawasan bagus ( Cina )

Garneta Permata merah ( Latin )

Gilda Berselimut emas ( Inggris )

Grania Cinta yang mesra ( Celtik )

Grimonia Wanita yang patut dimuliakan ( Latin )

Griselda Gadis yang gigih ( Teutenik )
top

H
Hafidhah Pemelihara Arab

Haiyun Berbudi mulia ( Cina )

Halona Beruntung ( Amerika asli )

Hannah Penuh keagungan ( Ibrani )

Haruko Kelahiran pertama ( Jepang )

Hedva Kegembiraan ( Ibrani )

Hedy Manis ( Yunani )

Hedy Menyenangkan Inggeris

Helga Alim ( Jerman )

Helga Suci ( Jerman )

Helonia Bunga bakung ( Yunani )

Helsa Diberikan pada Tuhan ( Ibrani )

Hepziba Kecintaan ( Ibrani )

Honora Yang terhormat ( Latin )

Hoshi Bintang ( Jepang )

Hoshiko Bintang ( Jepang )

Huajin Bermoral mulia ( Cina )

Huberta Berjiwa terang Tutenik
top

I
Iolana Meluncur seperti elang ( Hawai )

Irmadel Gadis bangsawan ( Teutenik )

Isadora Dewi tertinggi ( Latin )

Isaura Udara yang sejuk ( Yunani )
top

J
Jacinda Cantik dan menarik ( Yunani )

Jeconia Hadiah dari Tuhan ( Ibrani )

Jiaya Lemah gemulai ( Cina )

Jibon Kehidupan ( Hindi )

Jimi Pengganti ( Yahudi )

Jingyi Bersikap terpuji ( Cina )

Jinxiu Masa depan gemilang ( Cina )

Jonea Keagungan ( Ibrani )

Jovita Periang ( Latin )

Jovita Baik hati ( Latin )

Jovita Kebahagian ( Latin )

Jun Kebenaran ( Cina )
top

K
Kagami Cermin ( Jepang )

Kaia Bumi ( Yunani )

Kaila Mahkota ( Yunani )

Kalani Langit ( Hawai )

Kalani Kepala suku ( Hawai )

Kalea Terang ( Hawai )

Kalei Rangkaian bunga ( Hawai )

Kalena Murni ( Hawai )

Kalifa Suci Somalia

Kalifa Murni Somalia

Kalinda Matahari ( Hindi )

Kalyca Kuncup bunga mawar ( Yunani )

Kamea Mulia ( Hawai )

Keziah Bumbu seperti kayu manis ( Yahudi )

Kineta Enerjik ( Yunani )

Kostya Tetap (Slavia )

Kusuma Bunga ( Jawa )

Kynthia Dewi bulan ( Yunani )
top

L
Lalasa Kasih sayang ( Hindi )

Landra Pembingbing ( Jerman )

Lareina Ratu ( Spanyol )

Lavina Disucikan ( Latin )

Leandra Seperti seekor singa ( Latin )

Leilani Bunga surga ( Hawai )

Lianxiang Iba dan lembut pada wanita ( Cina )

Liqi Menang dalam sekejab ( Cina )

Lishan Tenang dan kalem ( Cina )

Lixui Salju putih ( Cina )

Lucretia Kaya ( Latin )

Luigi Pejuang ( Italia )

Luvena Tercinta ( Ibrani )
top

M
Magdala Kegembiraan ( Yunani )

Magena MenjeLang bulan purnama ( Amerika asli )

Malca Ratu ( Ibrani )

Mali Bunga melati Thailand

Maribel Cantik ( Perancis )

Marva Bagus sekali ( Latin )

Maxine Yang terbesar ( Perancis )

Meara Riang gembira ( Irlandia )

Medea Memerintah ( Yunani )

Megara Pertama ( Yunani )

Mehadi Bunga ( Hindi )

Mehri Baik hati Persia

Mehri Hari cerah Persia

Meiying Bunga yang indah ( Cina )

Melba Lembut ( Yunani )

Melba Langsing ( Yunani )

Mengda Berpikiran cerdas ( Cina )

Meredith Pelindung lautan ( Wales )

Meriel Lautan bersinar cerah ( Irlandia )

Milada Kekasihku ( Ceko )

Mingde Bereputasi bagus ( Cina )

Minowa Penyanyi ( Amerika asli )

Moana Aroma ( Hawai )

Moria Pilihan Tuham Laki-laki ( Yunani )

Morie Pantai ( Jepang )

Moyna Lembut dan halus ( Celtik )

Mulin Persahabatan erat ( Cina )

Mya Batu mulia ( Hawai )
top

N
Nadine Penuh harapan ( Perancis )

Nalani Seindah bunga ( Hawai )

Nara Bahagia ( Yunani )

Nara Pohon oak ( Jepang )

Nasnan Penyanyi ( Amerika asli )

Nathania Pemberian Tuhan ( Ibrani )

Neila Juara ( Irlandia )

Nesha Murni ( Amerika asli )

Neva Salju ( Perancis )

Ningdei Tenang dan anggun ( Cina )

Nuria Cahaya Tuhan ( Aramaik )
top

O
Odina Gunung Algoquin

Ofira Emas ( Yahudi )

Okalina Surga ( Hawai )

Olinda Harum bunga ( Latin )

Orea Pegunungan ( Yunani )

Orela Keputasan para dewa ( Latin )

Oriana Matahari terbit ( Latin )

Oriana Waktu fajar ( Latin )

Orlin Berkilau keemasan ( Yunani )

Ormanda Bangsawan ( Latin )
top

P
Panyun Berprestasi tinggi ( Cina )

Pasha Laut ( Yunani )

Peiyu Murni dan soleh ( Cina )

Perlita Mutiara ( Italia )

Phaedra Terang ( Yunani )

Phalosa Bercahaya ( Yunani )
top

Q
Qiancheng Masa depan cerah ( Cina )

Qiaofeng Gesit dan cantik ( Cina )

Qionglin Pohon salju ( Cina )

Qisheng Enerjik dengan suara nyaring ( Cina )

Qixuan Bersikap mengesankan ( Cina )

Qujing Kaya tujuh turunan ( Cina )
top

R
Radella Penasihat ( Jerman )

Radinka Senang (Slavia )

Raina Maha perkasa ( Jerman )

Ransi Berotak brilian ( Cina )

Rashida Keadilan ( Turki )

Ratana Kristal Thailand

Reseda Aroma bunga ( Spanyol )

Reyhan Bunga yang aromanya wangi ( Turki )

Ridong Prestasi dan andil besar ( Cina )

Rika Penguasa Swedia

Rongdan Berwajah cantik ( Cina )

Ronghui Memahami mdari bahasaah ( Cina )

Roselani Bunga mawar surga ( Hawai )

Ruhua Muda dan cantik ( Cina )
top

S
Salvia Bibit ( Latin )

Samara Benih pohon ( Latin )

Sarila Air terjun ( Turki )

Sashuang Berani dan berjiwa pahlawan ( Cina )

Saskia Pelindung Manusia ( Hawai )

Selena Bulan ( Yunani )

Selma Pelindung suci ( Jerman )

Shafira Istimewa Swahili

Shahia Mata yang indah Afganistan

Shanmimg Pemandangan inmdah ( Cina )

Shatara Payung ( Hindi )

Shatara Ramah tamah Arab

Shira Nyanyian ( Yahudi )

Shira Kesejahteraan ( Ibrani )

Shuoxue Berkemauan belajar sangat Giat ( Cina )

Shuwan Berhati mulia dan periang ( Cina )

Sidra Anak bintang ( Latin )

Speranza Harapan ( Italia )

Stina Disucikan ( Jerman )

Sunee Baik hati Thailand
top

T
Tabia Berbakat ( Swahili )

Tabitha KIjang ( Yunani )

Tansy Abadi ( Yunani )

Tansy Tekun ( Latin )

Tasanee Cantik Thailand

Tertia Ketiga ( Latin )

Tevy Malaikat Kamboja

Tianzhi Bersumpah atas nama anak surga ( Cina )

Tongcai Orang pintar ( Cina )
top

U
Ulani Riang gembira ( Polinesia )

Umeko Sabar ( Jepang )
top

V
Vala Yang terpilih ( Jerman )

Vondro Wanita yang menarik Ceko

Valerie Kuat ( Latin )
top

W
Widati Berhati harum ( Jawa )

Winda Pemburu ( Swahili )

Winna Sahabat ( Afrika )

Winola Sahabat yang menawan ( Jerman )

Winona Anak tertua ( Lakota )
top

X
Xianlun Sopan dan cantik ( Cina )

Xinxin Berkembang dan maju ( Cina )

Xionglue Punya bakat bagus dan visi luas ( Cina )
top

Z
Zamira Nyanyian ( Ibrani )

Zebediah Anugerah Tuhan ( Ibrani )

Zhilin Murid terkemuka ( Cina )

Zhiping Disukai Tuhan ( Cina )

Zhishu Terdidik dan baik budi ( Cina )

Ziskind Anak yang manis Lelaki ( Yahudi )

Zita Kekasih yang terhormat ( Ibrani )
top

Okt
28

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Indonesia berada didaerah tropis, banyak keanekaragaman tanaman yang ada di Indonesia. Berbagai macam tanaman dapat dimanfaatkan sebagai ahan pangan maupun bahan obat. Salah satu tanaman yang dapat dijadikan bahan obat dan dihidangkan yaitu tanaman rosela dalam bahasa latin Hibiscus Sabdariffa L.

Tanaman rosela (Hibiscus Sabdariffa L) merupakan tanaman serbaguna. Hampir semua bagian tanaman dapat dimanfaatkan industri karung rami telah memanfaatkan tanaman ini. Bagian batang tanaman ini dimanfaatkan untuk diambil seratnya.

Dulu hanya bagian batangnya saja yang dimanfaatkan, sekarang ini telah ada yang memanfaatkan kelopak bunga rosela. Kelopak bunga rosela yang berwarna merah ternyata menyimpan bermacam-macam zat yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Terutama vitamin C.

1

Kelopak bungan rosela disajikan dengan jalan menyeduhnya terlebih dahulu. Rasanya masam tapi terasa menyegarkan. Di pasaran banyak beredar kelopak bunga rosela kering. Tidak ada perbedaan kandungan zat yang membedakan hanya kandungan airnya. Dibeberapa negara eropa, seperti jerman telah menjadi negara importir kelopak bunga rosela terbesar. Mereka telah meneliti bahwa kelopak bungan rosela mempunyai khasiat yang sangat banyak. Terutama digunakan untuk mencegah kanker dan radang. Dibeberapa negara asia telah menjadi pemasok utama kelopak bungan rosela kering untuk negara-negara di eropa diantaranya Thailand dan Cina. Tapi karena pasokan yang terbatas banyak negara menjadi pengekspor bunga rosela kering. Sudan adalah salah satu negara di benua afrika yang menjadi eksportir bungan rosela kering dengan kualitas yang baik.

B. TUJUAN DAN KEGUNAAN PENELITIAN

1. TUJUAN PENELITIAN

a. Untuk memenuhi syarat dan diajukan dalam rangka penyelesaian tugas Semester gasal Pelajaran Ketrampilan Tahun Pelajaran 2009 / 2010.

b. Untuk menambah pengalaman dan pengetahuan ataupun wawasan penulis.

c. Untuk memperdalam ilmu yang penulis peroleh dalam bangku Madrasah.

d. Untuk mengetahui lebih dalam dan detail tentang pembudidayaan Rosela di Indonesia.

2. KEGUNAAN PENELITIAN

a. Agar masyarakat Indonesia lebih mengenal tanaman rosela lebih luas lagi.

b. Agar dapat mendapat wawasan dan mengetahuan dalam bidang pembudidayaan rosela di Indonesia.

c. Agar masyarakat Indonesia tahu cara penanaman dan manfaat dari rosela.

BAB II

PEMBAHASAN

A. BUDIDAYA TANAMAN ROSELA

1. Persiapan Lahan

Persiapan lahan untuk menanam rosela sama seperti tanaman tahunan lainnya. Sebelum dilakukan penanaman, lahan yang akan digunakan harus diolah terlebih dahulu. Agar perakaran dapat berkembang dengan baik dilakukan pengolahan tanah yang agak dalam.

Jika benih langsung ditanam, lubang tanam dapat dibuat langsung pada saat anam dengan menggunakan tugal yang terbuat dari kayu bulat berdiameter 20 cm, dengan ujung bawah runcing. Gunakan dengan tali rafia agar lajur rapi.

Untuk menanam bibit, buat lubang tanam dibuat sekitar seminggu sebelum tanam, kemudian beri campuran pupuk kandang atau pupuk dasar.

2. Pembibitan

Tanaman rosela lebih sering dikembangbiakkan dengan biji yang disebar ditahap penanaman. Bibit juga dapat diperoleh dari stek cara ini jarang digunakan karena hasil produksinya akan mempunyai kualitas yang rendah.

3

3. Penanaman

Menanam rosela cukup mudah, tanaman ini dapat ditanam dengan menyemaikan benih terlebih dahulu maupun dengan menyemai bibit dalam polibag. Penanaman dapat dilakukan dngan menggunakan sistem monokultur, yaitu rosela ditanam tidak bersamaan dengan tanaman lain. Rosela dapat ditanam dengan jarak tanam rapat dan dapat dikelas secara intensif. Sistem ini terutama diharapkan pada perkebunan.

B. PEMANENAN DAN PASCA PANEN

1. Pemanenan

Panen merupakan kegiatan penting dalam pertanian. Umumnya tanaman rosela sudah mulai berbunga pada umur 3 – 4 bulan. Pemanenan bungan pertama dapat dilakukan pada tanaman 4-5 bulan setelah penanaman. Pemanenan kelopak bunga dilakukan rata-rata setiap 10 hari sekali. Umumnya hasil panen tinggi diperoleh pada pemanenan saat musim kering.

Jika pemeliharaan tanaman dilakukan dengan baik sesudah pemanenan pertama, rosela masih dapat menghasilkan bunga asalkan didukung faktor-faktor pertumbuhan dan perkembangan tanaman tetap mendukung. Oleh sebab itu, pemanenan kelopak bunga rosela masih terus dapat dilakukan hingga tanaman berumur 12 hingga 15 bulan atau hingga tanaman tidak menghasilkan bunga.

Kelopak bunga yang masih segar dipanen saat biji sudah masak. Saat itu mahkota bunga telah gugur, buahnya membuka tetapi bijinya belum mengering. Setelah dipanen biji harus segera dipisahkan dari kelopaknya, jika tidak segera dipisahkan kapsul penutup biji akan kering dan mengeras, sehingga biji akan sukar dipisahkan. Setiap negara mempunyai metode pemanenan yang berbeda. Di Meksiko seluruh tanaman dipotong dan diletakkan disuatu tempat untuk dilepas kelopaknya. Sedangkan di Cina hanya kelopak yang sudah tua yang dipanen, sementara tangkai dan kelopak yang belum tua dibiarkan tertinggal. Proses pemanenan sebaiknya dilakukan secara manual agar hasil panen tidak terkontaminasi benda-benda asing lainnya. Selain itu sebaiknya kelopak bunga tidak dibiarkan bersentuhan dengan tanah atau permukaan kotor lainnya. Gunakan wadah atau kontainer yang kering untuk mengangkut hasil panen kelokasi pengeringan. Untuk mengurangi kotaminasi waktu antara pemanenan dengan pengeringan haruslah seminimal mungkin.

2. Penanganan Pasca Panen

Rosela yang telah dipanen dapat langsung dikonsumsi dalam bentuk segar, tapi juga tidak kelopak rosela yang sudah dipanen sebaiknya segera dikeringkan. Untuk mempercepat pengeringan sebaiknya kelopak rosela dipotong-potong terlebih dahulu menjadi 2 atau 3 irisan. Pemotongan kelopak ini baik untuk rosela yang digunakan sebagai teh yang langsung diseduh dengan air panas. Pengeringan dapat dilakukan dengan beberapa metode. Salah satu metode yang sering digunakan adalah pengeringan dengan cara diangin-anginkan. Langkah pengeringan sebagai berikut :

· Siapkan wadah datar berbentuk segiempat (nampan besar) yang alsnya terbuat dari kasa berbahan nilon.

· Kemudian letakkan irisan rosela diatas wadah tersebut secaramerata.

· Letakkan wadah diatas penyangga. Penyangga ini bertujuan agar udara dapat mengalir dari atas dan dibawah.

Tempat pengeringan haus memiliki sirkulasi udara yang baik agar terhindar dari sinar matahari secara langsung. Agar penerima kelopak dapat merata, kelopak dibolak-balik seperlunya. Pengeringan cara ini dibutuhkan waktu sekitar 7 hari. Rasio pengeringan rosela umumnya 10 : 1 artinya setiap 10 kg kelopak yang segar akan menghasilkan 1 kg bahan kering. Metode lain yang digunakan untuk pengeringan rosela dengan sinar matahari secara langsung caranya sebagai berikut :

· Sebar kelopak bungan rosela secara merata diatas tanah yang dilapisi selembar plastik.

· Rosela yang sudah cukup kering harus segera diangkat karena jika penjemuran tidak segera dihentikan kelopak rosela akan berwarna kecoklatan saat diolah akan menghasilkan warna yang kurang menarik.

Kelemahan metode ini rosela mudah tercemar oleh serangga dan jamur. Masih ada cara lain yaitu pengeringan dengan menggunakan open. Caranya sebagai berikut :

· Cuci kelopak hasil panen dengan air sampai bersih.

· Belah kelopak rosela dan keluarkan bijinya.

· Tempatkan kelopak yang telah dikupas dinampan atau alas yang bersih kurang lebih sehari hingga layu.

· Masukkan kelopak rosela dalam open bertemperatur maksimal 80 o. Selama 45 menit.

· Keluarkan rosela dari open lalu tiriskan hingga dingin.

· Periksa tingkat kekeringan dengan meremasnya jika kelopak tidak hancur bearti rosela belum kering. Oleh sebab itu masukkan kembali rosela kedalam oven dengan suhu dan waktu yang sama. Setelah pengeringan kedua selesai periksa kembali dengan cara yang sama.jika sudah hancur berarti rosela sudah benar-benar kering dan siap diolah.

Sama seperti dengan metode pengeringan langsung dengan sinar matahari, cara oven juga menyebabkan kelopak rosela berwarna kecoklatan. Ketika diseduh, air seduhannyapun berwarna sama, bahkan rasa masam yang menjadi khas teh rosela hilang.pengeringan dengan oven sah-sah saja dilakukan namun karena rosela mengandung vitamin C pemanasan tidak boleh lebih dari 100 oC. Agar kandungan vitamin C tidak hilang.

3. Analisis Usaha

Analisis output input pada ujicoba budidaya rosela sebagai berikut :

KOMPONEN BIAYA UT 1 ha (Rp)

A. Sarana Produksi

1. Benih Rp. 20.000

2. Pupuk kandang Rp. 500.000

3. Pupuk buatan

SP36 150 kg Rp. 262.000

KCL 150 kg Rp. 300.000

Urea 300 kg Rp. 450.000

4. Pupuk daun Rp. 37.500

5. Pestisida 1 paket Rp. 350.000

Jumlah Rp. 1.920.000

B. Tenaga Kerja

1. Pengolahan lahan 50 HOK Rp. 500.000

2. Penanaman 20 HOK Rp. 200.000

3. Penyulaman 10 HOK Rp. 100.000

4. Penyemprotan 20 HOK Rp. 200.000

5. Panen 30 HOK Rp. 300.000

Jumlah B Rp. 1.300.000

C. BIAYA TOTAL PRODUKSI Rp. 3.220.000

D. Hasil 1 (kg) = 190 kg

E. HARGA JUAL (per kg) Rp. 35.000

F. PENDAPATAN Rp 6.650.000

G. KEUNTUNGAN Rp. 3.430.000

H. BIC Ratio 2.07

I. BIC Ratio 1.07

C. PEMANFAATAN ROSELA

Masyarakat umumnya telah mengenal rosela (Hibiscus Cannabinus) sebagai tanman penghail serat karung dan Hibiscus Rosasinesis yang lazim disebut bunga sepatu. Rosela merah (Hibiscus Sabdariffa) adalah anggota keluarga Hibiscus yang relatif jarang dikenal orang. Padahal halaman ini berkhasiat mengatasi aneka penyakit, misalnya kanker dan hipertensi. Caranya hanya dengan mengkonsumsi aneka produk olahannya. Hampir seluruh bagian tanaman rosela dapat dimanfaatkan baik sebagai bahan makanan maupun sebagai obat. Khasiat rosela untuk mencegah penyakit, mengobati gangguan berbagai penyakit dengan kandungan gossiptin anthycyanin dan gluciside hibiscin yang ada di dalamnya. Sebagaimana diketahui rosela juga mengandung berbagai senyawa penting, antara lain campuran asam sitrat dan asam malat sehingga menghasilkan sedikit rasa asam yang segar. Kandungan asam askorbat (vitamin C) dan betakarotin yang tinggi merupakan sumber antioksidan alami yang sangat efektif dalam menangkal berbagai radikal bebas penyebab kanker dan berbagai penyakit lainnya.

Umumnya berbagai produk olahan tersedia di pasaran dalam bentukkering, namun penyediaan yang terbaijk adalah dalam bentuk segar.

1. Pemanfaatan Rosela Diberbagai Negara

Pemanfaatan dan khasiat rosela dalam dunia pengobatan sudah tidak asing lagi. Namun demikian di indonesia belum banyak masyarakat yang memanfaatkan tanaman rosela. Di afrika rosela digunakan untuk membuat teh herba manis, bunganya yang kering dapat diperoleh disetiap pasar di afrika. di kepulauan karibia, minuman dibuat dari buah segarnya. Di thailand rosela juga diminum sebagai teh dan dipercaya mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah . diberbagai negara rosela dicampur dengan daun teh china untuk mendapatkan rasa yang berbeda. Di india dan meksiko semua bagian rosela dimanfaatkan untuk pengobatan. Air rendaman daun bersifat diuretic, kloro rectic, febrifugal dan hipotensif, mengurangi kepekatan darah dan merangsang gerakan peristaltik usus. Ekstrak rosela juga dapat mengurangi penyerapan kadar alkohol (bagi peminum minuman keras) di guatemala, rosela adalah penawar yang digemari untuk memulihkan kecanduan terhadap arak. Di sebagian benua eropa, kelopak bunga rosela dapat langsung dicampurkan dalam salad buah-buahan atau sayuran. Di pakistan, rosela telah digunakan sebagai sumber pectin untuk industri pengawetan buah-buahan.

Penduduk asli brasil menggunakan rosela sebagai tonikum, emollient dan sebagai bahan pelarun untuk mengurangi rasa pahit. Di myanmar bijinya digunakan untuk meningkatkan stamina dan daunnya sebagi emollient. Penduduk taiwan memanfaatkan bijinya sebagai pelancar kencing, merangsang buang air besar, serta sebagai tonikum. Masyarakat difilipina, menggunakan akarnya yang pahit sebagai tonikum, sedangkan orang angola menggunakan lendir yang berasal dari daunnya sebagai emollient dan obat batuk.

2. Penelitian Khasiat Rosela

Ir. Didah Nurfarida M.Si, periset ilmu dan teknologi pangan, institut pertanian di bogor menemukan kandungan antioksidan pada teh kelopak rosela pada tahun 2006. jumlahnya 1,7 mmol/prolox. Penemuan itu diperoleh dengan menggerus 3 kuntum rosela menjadi 1,5 gram bubuk dan diberi air 200 ml. Hasilnya dimasukkan ke spektrofotometer. Alat ini menganalisa seluruh kandungan kimia berdasarkan panjang gelombang yang dibiaskan larutan.

Di selandia baru, john mcintosh meneliti kandungan oksidan. Periset dari institus of food nutrition and human health, marsey university, mengekstrak rosela dengan mengeringkan kelopak bunga pada suhu 50 oC selama 36 jam. 3 gram rosela hasil pengeringan diencerkan dengan 300 ml air. Larutan ini dimasukkan ke tabung spektrofotometer. Hasilnya, rosela mengandung 51 % antosianin, sedangkan antioksidan 24 %. Vilasine hirun danicha dan departement of pharmacology, fakulty of pharmacy, mahidol university, thailand. Periset ini menguji tikus yang berkolesterol tinggi. Selama enam minggu tikus dibagi menjadi 3 kelompok, masing-masing diberi 1000 ml dan 500 ml rosela per kg boboy tubuh dan air mineral. Hasilnya serum kolesterol menurun 22% untuk ekstrak 500 mg dan 26 % untuk ekstrak 1000 mg. Penurunan juga terjadi pada serum triglioserida sebanyak 33 % dan 28 % serta serum lowdencity lipoprotein (LDR) level sebanyak 22 % dan 32 %.

3. Pemanfaatan Bagian Tanaman Rosela

Tidak hanya kelopak bunga hampir seluruh bagian tanaman rosela dapat dimanfaatkan mulai dari buah, kelopak bunga, mahkota bunga dan daunnya dapat dimakan sebagai obat.tetapi bagian yang paling banyak dimanfaatkan adalah kelopak bunga.

a. Kelopak bunga

Ektra kelopak rosela berguna untuk obat anti kejang (antuspasmodic), mengobati cacingan (antelmintik) dan sebagai anti bakteri. Kelopak bunga rosela digunakan untuk mengurangi gangguan batuk dan jus rosela dengan tambahan garam lada dan tetes tebu digunakan untuk menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan empedu. Daun atau kelopak rosela yang direbus dengan air berkhasiat sebagai peluruh kencing dan dapat menurunkan tekanan darah (hypotensive), mengurangi kekentalan darah (viskovisitas) dan meningkatkan varistaltik usus. Kelopak rosela juga dapat digunakan untuk pewarna dan perasa. Selain itu kelopaknya yang berwarna cantik dapat ditambahkan pada salad untuk mempercantik warnanya.

b. Daun rosela

Daun rosela muda kaya protein yang mudah dicerna sehingga dapat dimakan sebagai lalapan. Daun yang masih muda dapat digunakan sebagai bahan salad.

Selain itu dapat dikeringkan dan digunakan sebagai penganti rumput untuk makan ternak. Daun rosela juga dapat digunakan sebagai obat untuk kaki pecah-pecah dengan cara memanaskan atau memanggang daun rosela kemudian ditempelkan pada tumit kaki yang pecah-pecah, selain itu dapat juga digunakan untuk mempercepat pematangan bisul sekaligus pelembut kulit (emollient).

c. Biji

Biji rosela dapat dimanfaatkan sebagai pengganti kopi dengan dengan cara menyangrai bijinya, kemudian dibuat tepung. Rebusan biji dapat digunakan untuk penyembuhan gangguan kencing, gangguan pencernaan dan meningkatkan stamina.

d. Akar

Akar rosela yang berasa pahit juga berkhasiat sebagai penambah stamina dab keperkasaan.